Kamis, 21 Oktober 2010

Islam dan Penyelamatan Lingkungan


Krisis lingkungan yang terjadi saat ini sebenarnya bersumber pada kesalahan fundamentalis-filosofis dalam pemahaman atau cara pandang manusia terhadap dirinya, alam, dan tempat manusia dalam keseluruhan ekosistem. Kesalahan itu menyebabkan kesalahan pola perilaku manusia, terutama dalam berhubungan dengan alam.
Aktivitas produksi dan perilaku konsumtif manusia melahirkan sikap dan perilaku eksploitatif. Di samping itu, paham materialisme, kapitalisme, dan pragmatisme dengan kendaraan sains dan teknologi telah ikut mempercepat dan memperburuk kerusakan lingkungan.
Upaya untuk penyelamatan lingkungan telah banyak dilakukan baik melalui penyadaran kepada masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholders), upaya pembuatan peraturan, kesepakatan nasional dan internasional, undang-undang maupun melalui penegakan hukum. Penyelamatan melalui pemanfaatan sains dan teknologi serta program-program teknis lain juga telah banyak dilakukan.

Islam mempunyai konsep yang sangat jelas tentang pentingnya konservasi, penyelamatan, dan pelestarian lingkungan. Konsep Islam tentang lingkungan ini ternyata sebagian telah diadopsi dan menjadi prinsip ekologi yang dikembangkan oleh para ilmuwan lingkungan. Prinsip-prinsip ekologi tersebut telah pula dituangkan dalam bentuk beberapa kesepakatan dan konvensi dunia yang berkaitan dengan lingkungan. Akan tetapi, konsep Islam yang sangat jelas tersebut belum dimanfaatkan secara nyata dan optimal.
Maka, harus segera dilakukan penggalian secara komprehensif tentang konsep Islam yang berkaitan dengan lingkungan serta implementasi dan revitalisasinya. Konsep Islam ini kemudian bisa digunakan sebagai dasar pijakan (moral dan spiritual) dalam upaya penyelamatan lingkungan atau bisa disebut sebagai “teologi lingkungan”. Sains dan teknologi saja tidak cukup dalam upaya penyelamatan lingkungan yang sudah sangat parah dan mengancam eksistensi dan fungsi planet bumi ini. Permasalahan lingkungan bukan hanya masalah ekologi semata, tetapi menyangkut teologi.

Pusat perhatian
Pengertian “teologi” dalam konteks ini adalah cara “menghadirkan” dalam setiap aspek kegiatan manusia. Dalam bahasa lain, teologi dapat dimaknai sebagai konsep berpikir dan bertindak yang dihubungkan dengan “Yang Gaib” yang menciptakan sekaligus mengatur manusia dan alam. Jadi, terdapat tiga pusat perhatian (komponen) bahasan yakni Tuhan, manusia, dan alam, yang ketiganya mempunyai kesatuan hubungan fungsi dan kedudukan. Jadi, teologi hubungan antara manusia dan alam dengan Tuhan adalah “konsep berpikir dan bertindak tentang lingkungan hidup yang mengintegrasikan aspek fisik (alam termasuk hewan dan tumbuhan), manusia dan Tuhan”
Realitas alam ini tidak diciptakan dengan ketidaksengajaan (kebetulan atau main-main) sebagaimana pandangan beberapa saintis barat, tetapi dengan rencana yang benar al-Haq (Q.S. Al-An’am: 73; Shaad: 27; Al-Dukhaan: 38-39). Oleh karena itu, menurut perspektif Islam, alam mempunyai eksistensi riil, objektif, serta bekerja sesuai dengan hukum yang berlaku tetap (qodar). Pandangan Islam tidak sebagaimana pandangan aliran idealis yang menyatakan bahwa alam adalah semu dan maya.
Pandangan Islam tentang alam (lingkungan hidup) bersifat menyatu (holistik) dan saling berhubungan yang komponennya adalah Sang Pencipta alam dan makhluk hidup (termasuk manusia). Dalam Islam, manusia sebagai makhluk dan hamba Tuhan, sekaligus sebagai wakil (khalifah) Tuhan di muka bumi (Q.S. Al-An’am: 165). Manusia mempunyai tugas untuk mengabdi, menghamba (beribadah) kepada Sang Pencipta (Al-Kholik). Tauhid merupakan sumber nilai sekaligus etika yang pertama dan utama dalam teologi pengelolaan lingkungan.

Konsep lingkungan
Asas keseimbangan dan kesatuan ekosistem hingga saat ini masih banyak digunakan oleh para ilmuwan dan praktisi lingkungan dalam kegiatan pengelolaan lingkungan. Asas tersebut juga telah digunakan sebagai landasan moral untuk semua aktivitas manusia yang berkaitan dengan lingkungannya. Akan tetapi, asas keseimbangan dan kesatuan tersebut masih terbatas pada dimensi fisik dan duniawiah dan belum atau tidak dikaitkan dengan dimensi supranatural dan spiritual terutama dengan konsep (teologi) penciptaan alam. Jadi, terdapat keterputusan hubungan antara alam sebagai suatu realitas dan realitas yang lain yakni yang menciptakan alam. Dengan kata lain, nilai spiritualitas dari asas tersebut tidak terlihat.
Islam merupakan agama (jalan hidup) yang sangat memerhatikan tentang lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di dunia. Banyak ayat Alquran dan hadis yang menjelaskan, menganjurkan bahkan mewajibkan setiap manusia untuk menjaga kelangsungan kehidupannya dan kehidupan makhluk lain dibumi. Konsep yang berkaitan dengan penyelamatan dan konservasi lingkungan (alam) menyatu tak terpisahkan dengan konsep keesaan Tuhan (tauhid), syariah, dan akhlak.
Setiap tindakan atau perilaku manusia yang berhubungan dengan orang lain atau makhluk lain atau lingkungan hidupnya harus dilandasi keyakinan tentang keesaan dan kekuasaan Allah SWT. yang mutlak. Manusia juga harus bertanggung jawab kepada-Nya untuk semua tindakan yang dilakukannya. Hal ini juga menyiratkan bahwa pengesaan Tuhan merupakan satu-satunya sumber nilai dalam etika. Bagi seorang Muslim, tauhid seharusnya masuk ke seluruh aspek kehidupan dan perilakunya. Dengan kata lain, tauhid merupakan sumber etika pribadi dan kelompok, etika sosial, ekonomi dan politik, termasuk etika dalam mengembangkan sains dan teknologi.
Di dalam ajaran Islam, dikenal juga dengan konsep yang berkaitan dengan penciptaan manusia dan alam semesta yakni konsep Khilafah dan Amanah. Konsep khilafah menyatakan bahwa manusia telah dipilih oleh Allah di muka bumi ini (khalifatullah fil’ardh). Sebagai wakil Allah, manusia wajib untuk bisa merepresentasikan dirinya sesuai dengan sifat-sifat Allah. Salah satu sifat Allah tentang alam adalah sebagai pemelihara atau penjaga alam (rabbul’alamin). Jadi sebagai wakil (khalifah) Allah di muka bumi, manusia harus aktif dan bertanggung jawab untuk menjaga bumi. Artinya, menjaga keberlangsungan fungsi bumi sebagai tempat kehidupan makhluk Allah termasuk manusia sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupannya.
Manusia mempunyai hak atau diperbolehkan untuk memanfaatkan apa-apa yang ada di muka bumi (sumber daya alam) yang tidak melampaui batas atau berlebihan (Al-An’am: 141-142).
Manusia baik secara individu maupun kelompok tidak mempunyai hak mutlak untuk menguasai sumber daya alam yang bersangkutan istilah “penaklukan” atau “penguasaan” alam seperti yang dipelopori oleh pandangan barat yang sekuler dan materialistik tidak dikenal dalam Islam. Islam menegaskan bahwa yang berhak menguasai dan mengatur alam adalah Yang Maha Pencipta dan Maha Mengatur yakni Rabbul Alamin. Hak penguasaannya tetap ada pada Tuhan Pencipta. Manusia wajib menjaga kepercayaan atau amanah yang telah diberikan oleh Allah tersebut. Dalam konteks ini, alam terutama bumi tempat tinggal manusia merupakan arena uji bagi manusia. Agar manusia bisa berhasil dalam ujiannya, ia harus bisa membaca “tanda-tanda” atau” ayat-ayat” alam yang ditujukan oleh Sang Maha Pengatur Alam. Salah satu agar manusia mampu membaca ayat-ayat Tuhan, manusia harus mempunyai pengetahuan dan ilmu.
Lingkungan alam ini oleh Islam dikontrol oleh dua konsep (instrumen) yakni halal dan haram. Halal bermakna segala sesuatu yang baik, menguntungkan, menenteramkan hati, atau yang berakibat baik bagi seseorang, masyarakat maupun lingkungan. Sebaliknya segala sesuatu yang jelek, membahayakan atau merusak seseorang, masyarakat dan lingkungan adalah haram. Jika konsep tauhid, khilafah, amanah, halal, dan haram ini kemudian digabungkan dengan konsep keadilan, keseimbangan, keselarasan, dan kemaslahatan maka terbangunlah suatu kerangka yang lengkap dan komprehensif tentang etika lingkungan dalam perspektif Islam.
Konsep etika lingkungan tersebut mengandung makna, penghargaan yang sangat tinggi terhadap alam, penghormatan terhadap saling keterkaitan setiap komponen dan aspek kehidupan, pengakuan terhadap kesatuan penciptaan dan persaudaraan semua makhluk serta menunjukkan bahwa etika (akhlak) harus menjadi landasan setiap perilaku dan penalaran manusia. Kelima pilar etika lingkungan tersebut sebenarnya juga merupakan pilar syariah Islam. Syariah yang bermakna lain as-sirath adalah sebuah “jalan” yang merupakan konsekuensi dari persaksian (syahadah) tentang keesaan Tuhan. 
READMORE - Islam dan Penyelamatan Lingkungan

Seberapa Penting Lingkungan Hidup?


Adalah sebuah pertanyaan besar diatas yang semestinya dijawab oleh setiap individu (manusia) yang merupakan mahluk sempurna ciptaan Tuhan. Ya, itulah lingkungan. Lingkungan adalah sebuah maha karya Sang Maha Kuasa yang tidak akan tertandingi oleh siapapun. Disana tercipta beragam jenis kehidupan mulai dari mahluk bersel satu sampai bersel banyak. Dari mulai benda mati sampai yang bergerak yang satu sama lain tercipta untuk kehidupan.
Lalu, apa dan seperti apa lingkungan itu? Banyak para ahli lingkungan menafsirkan dengan pengertian yang berbeda. Tapi pada dasarnya adalah sama, yaitu suatu sistem tatanan kehidupan untuk menciptakan keharmonisan yang saling menguntungkan antara sesama mahluk Tuhan untuk mencapai kesejahteraan.
Saat ini, lingkungan telah menjadi topik dan isu utama yang berkelanjutan dibicarakan. Mulai dari ilegal logging sampai global warming. Pencemaran terhadap lingkungan semakin menjadi akibat "ULAH" manusia demi mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan. Memang tidak salah untuk mengeruk dan memanfaatkan alam ini tapi minimalkan efek pengrusakan terhadap lingkungan. Al – Qur’an pada Surah Ar – Rum ( 30 ) Ayat 41 – 42. Disana dikatakan bahwa, ” Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari ( akibat ) perbuatan mereka agar mereka kembali ( ke jalan yang benar ). Katakanlah, ‘ Adakah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang – orang yang terdahulu, kebanyakan dari mereka itu adalah orang – orang yang menyekutukan  ( Allah SWT ). ” Jadi sepintas sudah dapat kita ketahui bahwa ternyata salah satu penyebab bencana dan kerusakan alam kita yang indah ini adalah akibat dari perbuatan kita selama ini yang tidak menghargai dan seenaknya saja merusak anugrah Tuhan yang indah ini. Banyak upaya pelestarian lingkungan yang mungkin bisa kita lakukan seperti :
  1. Pencegahan masalah air dilakukan dengan cara pencegahan pencemaran, pengamanan pintu-pintu air, pengunaan air tidak boros. Hutan-hutan disekitar sungai, danau, mata air dan rawa perlu diamankan. upaya untuk mengurangi pencemaran sungai diantaranya melalui program kali bersih (prokasih) terhadap sungai-sungai yang telah tercemar.
  2. Mencegah cara ladang berpindah / Perladangan Berpindah-pindah.Terkadang para petani tidak mau pusing mengenai kesuburan tanah. Mereka akan mencari lahan pertanian baru ketika tanah yang ditanami sudah tidak subur lagi tanpa adanya tanggung jawab membiarkan ladang terbengkalai dan tandus. Sebaiknya lahan pertanian dibuat menetap dengan menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanah yang sudah tidak produktif lagi.
  3. Contoh perbuatan yang paling sederhana dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup, yaitu dengan selalu membuang sampah pada tempatnya, dan tidak membuangnya sembarangan. Karena perbuatan membuang sampah sembarangan ini, dapat menyebabkan banjir. Karena banjir bisa terjadi akibat tertutupnya saluran-saluran air, sehingga air hujan atau air lainnya, tidak dapat mengalir dengan lancar atau renungkanlah kandungan surah Al – A’raf ( 7 ) Ayat 56 – 58 dapat kita ketahui, ” Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi ini setelah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepada Allah dengan rasa takut dan harapan untuk dikabulkan, sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang yang berbuat kebaikan. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan ramat-Nya berupa hujan, hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan didaerah itu, maka Kami keluarkan degnan sebab hujan itu berbagai macam buah2an, seperti itulah Kami membangkitkan orang – orang yang telah mati, mudah – mudahan kamu dapat mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanam – tanaman tumbuh subur dengan izin Allah dan tanah yang tidak ubur, tanam – tanaman hanya tumbuh merana, demikianlah Kami membuktikan tanda – tanda kebesaran Kami bagi orang – orang yang bersyukur. ”
Jadi jelas, bahwa lingkungan adalah salah satu komponen kehidupan yang sangat penting untuk kita jaga dan rawat dengan sebaik-baiknya. Manfaatkan lingkungan dengan secukupnya untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup.
READMORE - Seberapa Penting Lingkungan Hidup?

Sabtu, 28 Agustus 2010

Puasa Melepas Kebiasaan Merokok


Pada tahun 1604, Raja James I menulis tentang pemeriksaan atas mayat-mayat para perokok berat. Dia menemukan bahwa pada tubuh bagian dalam mayat-mayat itu tercemar dan terinfeksi oleh semacam bubuk hitam dan berminyak. Kenyataan ini paling tidak membuktikan bahwa rokok itu berbahaya.
Satu isapan sebatang rokok saja mengandung puluhan ribu zat polutan. Jika asap ini dingin, beberapa diantaranya berubah menjadi cairan yang dapat menghasilkan tar tembakau. Tar yang berwujud massa berwarna coklat tersebut dapat menempel pada paru-paru, kuku, dan gigi perokok. Oleh karena itu, para perokok berat pada umumnya memiliki kuku dan gigi kuning kecoklatan.
Seorang yang menghabiskan sepuluh batang rokok sehari, dalam setahun paling tidak telah menghirup 30.000 kali asap rokok. Padahal, dalam sekali hisap terhirup sekitar 4.000 macam zat polutan. Zat polutan yang dikandung asap tembakau antara lain nikotin, karbon monoksida (zat beracun yang keluar dari knalpot), aseton (penghapus cat), metanol (bahan bakar roket), naftalen (kapur barus), kadmium (dipakai pada accu mobil), vinil klorida (bahan plastik PVC), DDT (racun serangga), arsen (racun semut putih), toluen (pelarut industri), amonia (pembersih lantai), butana (bahan bakat korek api), dan hidrogen sianida (racun yang digunakan untuk pelaksanaan hukuman mati). Bila terbawa oleh aliran tubuh, zat-zat tersebut dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh.
Nikotin, racun paling berbahaya yang dikandung oleh rokok, memang dapat menenangkan pikiran. Inilah sesungguhnya yang dicari-cari oleh perokok sebagaimana halnya obat-obatan yang memiliki fungsi adiktif yang memberi efek kecandauan kepada para pemakainya. Setelah menghisap asap rokok, sekitar 7,5 detik kemudian nikotin telah tiba di otak dan kemudian merangsang hormon yang dapat menimbulkan perasaan tenang.
Gerbang pertama yang menjadi sasaran asap rokok adalah paru-paru, salah satu organ di dada yang memiliki susunan rumit. Paru-paru terdiri atas lima jenis sel yang semuanya sangat peka terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh asap rokok. Selain ke paru-paru, racun-racun rokok juga menyebar ke setiap sel dalam tubuh. Dengan demikian, kerusakan yang timbul dimuali dari tingkat sel sampai ke berbagai organ serta sistem organ dalam tubuh.
Merokok mengakibatkan kesehatan paru-paru terancam. Hemoglobin lebih mudah membawa karbon dioksida daripada membawa oksigen ke paru-paru. Dengan demikian otot tidak memperoleh oksigen yang cukup. Sedangkan nikotin yang terbawa dalam aliran darah dapat mempengaruhi denyut jantung, kulit, penyempitan pembuluh darah, dan menyebabkan hati melepaskan gula ke dalam aliran darah.
Sekian banyak penyakit yang ditimbulkan oleh kebiasaan buruk merokok antara lain jantung koroner, kanker paru-paru, kanker mulut/tenggorokan/kerongkongan, bronkhitis, penyakit pembuluh darah otak, ulkus peptikum, gangguan janin dalam kandungan, dan emfisema (penyakit paru-paru yang juga diderita oleh penderita bronkhitis). Pada penderita emfisema, 80% energi yang dimiliki hanya digunakan untuk bernapas.
Para ahli dari WHO menyatakan bahwa di suatu negara dengan kebiasaan merokok yang telah meluas akan menyebabkan terjadinya 80-90% kematian akibat penyakit paru-paru, 75% kematian akibat bronkhitis, 40% kematian karena kanker kandung kencing, dan 25% kematian akibat penyakit jantung iskemik. Tradisi merokok menyebabkan kematian mendadak akibat serangan jantung antara 2-4 kali.
Dampak rokok terhadap kesehatan tubuh tidak hanya dirasakan oleh para perokok aktif, tetapi juga dirasakan oleh para perokok pasif, yaitu mereka yang tidak merokok tetapi ikut menghisap asap rokok. Dalam jangka waktu yang panjang, limpahan asap rokok ini juga dapat berisiko sama dengan yang diderita oleh para perokok aktif.
Pada umumnya orang mengetahui bahwa kebiasaan merokok yang dilakukan dapat merusak kesehatan. Namun bagi orang yang sudah kecanduan, menghentikan semuanya itu tidaklah mudah. Lebih-lebih bila kebiasaan buruk ini sudah dimulai sejak usia kanak-kanak, ditambah lagi dengan pengaruh lingkungan yang kerap memberikan dukungan kepadanya.
Ibadan puasa melatih untuk melepaskan diri dari cengkraman kebiasaan merokok. Puasa mendidik agar tidak terikat oleh tradisi dan rutinitas tertentu, apalagi tradisi dan rutinitas itu buruk. Aktivitas puasa akan mengatasi kebiasaan merokok secara berangsur-angsur, selama disertai dengan niat yang kuat untuk mengendalikan diri dan berhenti karena inti puasa adalah pengendalian diri. Selama menjalani puasa, orang berlatih lepas dari kebiasaan merokok dan ternyata bisa karena ada kemauan. Pada saat puasa, mengkonsumsi makanan yang sehari-hari dihalalkan saja harus dikendalikan, maka lebih-lebih mengkonsumsi makanan yang diharamkan dan dimakruhkan. Intinya adalah kemauan untuk memutuskan kebiasaan. Bila tidak ada kemauan, maka sampai kapan pun kebiasaan buruk akan terus berjalan, lebih-lebih yang telah dimulai sejak usia dini.
riset para ahli membuktikan setelah menjalani puasa, darah para pecandu rokok bersih dari racun nikotin. Jika nikotin telah bersih dari tubuh para perokok, kecanduan akan berkurang dan secara berangsur-angsur akan lenyap. Efek mulut asam pada pecandu rokok yang berusaha menghentikan kebiasaannya bersifat sementara dan dapat diatasai dengan mengonsumsi buah-buahan atau permen sebagai pengganti rokok.
Mekanisme puasa terhadap efek kecanduan rokok adalah jantung dapat bekerja sebagaimana mestinya, peredaran darah kembali normal sehingga tampak lebih sehat, dan kepekaan indera perasa dan penciuman meningkat sehingga dapat lebih menikmati kelezatan makanan yang disantap.
Jika kecanduan terhadap rokok dapat dihentikan dengan menjalani puasa, tidak mustahil kecanduan serupa seperti kecanduan alkohol, narkotika, ekstasi, dan obat-obatan terlarang lainnya dapat pula diatasi dengan puasa. Kuncinya sekali lagi ada pada niat yang ikhlas dan kemauan yang kuat untuk mengendalikan diri.
READMORE - Puasa Melepas Kebiasaan Merokok

Selasa, 15 Juni 2010

Behavior Clean and Healthy Living

In this day and age, there are many diseases which appear very oppressive chest and must be paid for "expensive". Any source from many different types of animals, the environment, behavior and so forth. But in broad outline, the disease can be classified into two categories: Communicable Diseases and Non Communicable Diseases. 

Discussion this time is to do with behavior. Behavior may reflect one's personality. Behavior is a set of activities in determining an attitude to do things / jobs for a particular purpose. The final result for the behavior and / or collection is a result of something that was done. 

Especially for health behaviors, we can find some cases of the disease incidents UNHEALTHY behaviors such as lung disease, cancer, venereal disease, heart disease and so forth. To overcome some of the above mentioned diseases, of course, the behavior of clean and healthy living needs to become a "fortress" for clean and healthy lifestyle. Healthy Household is a unit of the smallest communities to achieve an optimal health status. 

The indicator Behavior Clean and Healthy Living comes to the major project began early. Health efforts are:
  1. Deliveries assisted by health personnel
  2. Exclusive breastfeeding
  3. Considering children under five every month
  4. Using clean water
  5. Washing hands with soap and clean water
  6. Using a healthy toilet
  7. Eradicate mosquito larva in the house once a week
  8. Eating fruits and vegetables every day
  9. Doing physical activity every day
  10. No smoking in the house.
READMORE - Behavior Clean and Healthy Living

Jumat, 11 Juni 2010

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

Pada zaman sekarang ini, banyak sekali muncul penyakit-penyakit yang sangat menyesakkan dada dan harus dibayar "MAHAL". Sumbernya pun beraneka jenis mulai dari binatang, lingkungan, perilaku dan sebagainya. Namun secara garis besar, penyakit dapat digolongkan menjadi 2 kategori yaitu Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular.
Bahasan kali ini adalah hubungannya dengan perilaku. Perilaku dapat mencerminkan kepribadian seseorang. Perilaku adalah sekumpulan kegiatan dalam menentukan sebuah sikap untuk melakukan hal/pekerjaan untuk suatu tujuan tertentu. Hasil akhir atas perilaku adalah sebuah dan atau sekumpulan akibat atas sesuatu yang dikerjakan.
Khusus untuk perilaku kesehatan, kita bisa menemukan beberapa kasus kejadian penyakit dari perilaku yang TIDAK SEHAT seperti penyakit paru-paru, kanker, penyakit kelamin, jantung dan sebagainya. Untuk mengatasi beberapa penyakit tersebut diatas, tentunya perilaku atas hidup bersih dan sehat perlu menjadi satu "Benteng" untuk pola hidup bersih dan sehat. Rumah Tangga Sehat adalah satuan terkecil komunitas untuk mencapai satu derajat kesehatan yang optimal.
Adapun indikator Periku Hidup Besih dan Sehat saatnya harus digalakan mulai sejak dini. Upaya kesehatan tersebut adalah:
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi ASI EKSLUSIF
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah seminggu sekali
8. Makan buah dan sayuran setiap hari
9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah.
READMORE - PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

Senin, 07 Juni 2010

Sanitation Section of Foreign Influence or Exterior of The Mosque on Health

In previous posts have described the sense of sanitation and mosques. Just to remind again that the definition of sanitation is a health efforts focused supervision of physical environmental factors which mean that a person's physical development and survival are not disrupted. While the definition of the mosque can be concluded that the mosque is a place or a special building for Muslim communities to conduct worship.
If sanitation mosque can already achieved, the environmental-based diseases, especially around the mosque would terminimalisir. As an illustration, in this article, will explain the effect of sanitation on the health of the exterior. Matters relating to the title above include handling of the courtyard and garden waste and waste water handling of the toilets, and places wudlu peturasan. It should be managed in a sanitary. Sanitation management, especially the outside of the mosque is expected to prevent disease transmission to the user either directly or indirectly. Diseases that can be generated as a gift from waste water and garbage are typhoid diseases, abdominal typhus, kholera, dysentri Basiler, diarrhea and vomiting as well as deworming disease. To prevent transmission of the disease, sanitation management needs to be applied so that the mosque was expected to create following things: 1. Not be a source of disease transmission. 2. Not be a source of food and nest of disease vectors. 3. Not damage the beauty. 4. Not cause the stench. 3. Not cause pollution of drinking water sources.
READMORE - Sanitation Section of Foreign Influence or Exterior of The Mosque on Health

Kamis, 03 Juni 2010

Pengaruh Sanitasi Bagian Luar atau Eksterior Mesjid Terhadap Kesehatan

Pada posting-posting terdahulu telah dijelaskan pengertian sanitasi dan mesjid. Sekedar mengingatkan kembali bahwa pengertian sanitasi adalah upaya kesehatan yang menitikberatkan pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan fisik yang bermaksud agar perkembangan fisik manusia dan kelangsungan hidupnya tidak terganggu. Sedangkan definisi mesjid dapat disimpulkan bahwa mesjid merupakan suatu tempat atau bangunan khusus bagi masyarakat muslim untuk melakukan kegiatan peribadatannya.
Apabila sanitasi mesjid sudah dapat tercapai, maka penyakit berbasis lingkungan khususnya di sekitar mesjid akan terminimalisir. Sebagai gambaran, pada artikel ini, akan dijelaskan pengaruh sanitasi eksterior terhadap kesehatan. Hal-hal yang berhubungan dengan judul diatas diantaranya adalah penanganan sampah dari halaman dan taman serta penanganan air limbah dari jamban, peturasan dan tempat wudlu. Hal tersebut harus dikelola secara saniter. Pengelolaan sanitasi khususnya bagian luar mesjid diharapkan dapat mencegah penularan penyakit kepada pengunjung baik secara langsung ataupun secara tidak langsung.
Penyakit-penyakit yang bisa ditimbulkan sebagai bawaan dari air limbah dan sampah adalah penyakit typhus, typhus abdominalis, kholera, dysentri basiler, muntaber serta penyakit cacingan. Untuk mencegah penularan penyakit tersebut, pengelolaan sanitasi mesjid perlu diterapkan sehingga diharapkan tercipta hal-hal berikut:
1. Tidak menjadi sumber penularan penyakit.
2. Tidak menjadi sumber makanan dan sarang vektor penyakit.
3. Tidak merusak keindahan.
4. Tidak menimbulkan bau busuk.
3. Tidak menimbulkan pencemaran terhadap sumber air minum.
READMORE - Pengaruh Sanitasi Bagian Luar atau Eksterior Mesjid Terhadap Kesehatan